05 Apr 2013
April 5, 2013

Penyakit Diare

April 5, 2013 0 Comment
diare

Definisi Diare

Sebenarnya diare bukanlah nama dari suatu penyakit, namun hanya menunjukkan dari suatu gejala. Diare bisa disebabkan oleh banyak hal namun biasanya disebabkan oleh infeksi.
 
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia atau India, diare termasuk penyebab utama dari kematian baik yang terjadi pada anak-anak atau orang dewasa.
 
Diare juga merupakan penyebab utama dari malnutrisi atau gizi buruk. Hal ini terjadi karena biasanya anak-anak cenderung lebih sedikit makan dalam suatu kasus diare.
 
Tubuh membutuhkan nutrisi tambahan pada saat menderita infeksi untuk  melawan berbagai kuman-kuman yang bisa menyebabkan penyakit.
 
Diare adalah suatu kondisi dimana terjadi perubahan dalam karakter dan kepadatan tinja dan atau tinja cair dikeluarkan dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam satu hari.
 
Ada kalanya ada kondisi yang mirip dengan diare tetapi tidak bisa disebut diare diantaranya :

  • Bayi yang setelah diberi ASI mengeluarkan tinja mirip adonan yang lembek
  • Bayi mengeluarkan tinja selama atau segera setelah diberi ASI karena reflex gastro-kolik, yaitu mengkonsumsi makanan tertentu yang bisa mengakibatkan serangkaian gerakan dari lambung ke usus besar.
  • Untuk bayi yang kenaikan berat badannya normal mengeluarkan tinja yang semi keras sebanyak 3 hingga 6 kali

 

Penyebab Diare

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya suatu kebiasaan tertentu yang bis memicu timbulnya diare.
 
Berikut ini adalah beberapa penyebab diare, diantaranya :

  • Infeksi oleh virus, bakteri atau parasit.
  • Alergi terhadap jenis obat atau makanan tertentu.
  • Infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyertai penyakit lain seperti Infeksi telinga, Campak, Malaria, Infeksi tenggorokan, dan sebagainya.

Menurut metaanalisis di seluruh dunia, dalam satu tahun setidaknya setiap anak mengalami diare dalam satu tahun sebanyak satu kali.
 
Satu diantara lima anak dengan kasus diare terkena rotarivirus yang bisa menyebabkan diare. Hal ini tidak berbeda jauh dengan Indonesia dimana anak-anak yang terkena diare biasanya disebabkan oleh faktor ini.
 
Parasit dan bakteri juga bisa menyebabkan diare dimana berbagai organisme ini bisa mengganggu proses penyerapan makanan pada usus halus.
 
Makanan yang tidak terserap oleh usus dan tidak bisa dicerna akan menarik air dari dinding usus. Hal ini membuat proses transit di usus menjadi jauh lebih singkat sehingga usus tidak sempat menyerap air dan hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.
 
Selain mengeluarkan air secara berlebihan, usus besar juga mengeluarkan elektrolit. Diare yang menyebabkan kehilangan elektrolit dan cairan bisa menimbulkan dehidrasi dimana hal ini bisa menyebabkan jiwa penderita diare terancam.
 
Selain disebabkan oleh rotavirus, diare juga bisa disebabkan oleh alergi, kurang gizi, tidak tahan terhadap laktosa dan lain-lain.
 
bakteri penyebab diare 300x196 Penyakit Diare
Tubuh bayi dan balita biasanya tidak tahan terhadap laktosa karena hanya sedikit atau tidak memiliki enzim laktosa yang berfungsi untuk mencerna laktosa yang terkandung susu sapi.
 
Namun untuk bayi yang sedang menyusu ASI tidak akan mengalami intoleransi laktosa karena ASI mengandung enzim laktosa.
 
Selain itu kebersihan ASI terjamin dengan baik karena langsung diminum dan tidak menggunakan wadah seperti halnya minum dengan botol susu atau dot.
 
Jenis obat-obatan terutama antibiotik bisa menyebabkan berbagai efek samping salah satunya adalah diare. Selain itu bahan pemanis buatan seperti manitol dan sorbitol dalam produk bebas gula seperti permen karet juga bisa menyebabkan diare.
 
Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. Selain itu, bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare.
 
Hal ini terjadi pada orang dewasa atau anak-anak yang memiliki kadar vitamin yang normal, kadar dan fungsi hormon yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari tulang yang rapuh.
 
Balita dan bayi yang masih disusui dengan ASI eksklusif biasanya jarang mengalami diare karena tidak terkontaminasi dari luar. Akan tetapi virus dan bakteri bisa mengontaminasi makanan pendamping ASI dan susu formula.

 

Gejala Diare

Terkadang mencret atau diare disertai dengan beberapa gejala. Berikut ini adalah gejala-gejala diare diantaranya :

  • Muntah
  • Badan lemah atau lesu
  • Panas
  • Tidak nafsu makan
  • Darah dan lendir dalam kotoran

gejala diare 300x128 Penyakit Diare
 
Diare yang disebabkan oleh virus bisa ditunjukkan dengan adanya gejala berupa mual dan muntah-muntah. Secara tiba-tiba infeksi bisa menyebabkan muntah, diare, demam, tinja berdarah, kelesuan dan penurunan nafsu makan.
 
Selain itu infeksi juga bisa menyebabkan kejang perut dan sakit perut, serta gejala-gejala lain seperti flu, agak demam, kejang atau nyeri otot, dan sakit kepala. Ada kalanya gangguan parasit dan bakteri bisa menyebabkan demam tinggi atau adanya darah dalam tinja.
 
Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit misalnya kalium dan natrium, sehingga bayi menjadi rewel atau terjadi perdarahan otak dan gangguan irama jantung. Seringkali diare juga disertai dengan kekurangan cairan. Dehidrasi ringan bisa dilihat dari bibir yang terlihat kering.
 
Sedangkan dehidrasi bisa dilihat dari kulit yang terlihat keriput, ubun-ubun dan mata menjadi cekung (untuk bayi di bawah 1,5 tahun). Dehidrasi berat bisa berakibat fatal karena bisa menyebabkan syok.
 

Tabel  Gejala Diare Berdasarkan Derajat Keparahannya

Gejala/derajat dehidrasi

Diare tanpa dehidrasi

Diare dehidrasi ringan/sedang

Diare dehidrasi berat

Bila terdapat dua tanda atau lebih gejala.

Keadaan umum Baik, sadar Rewel, gelisah Lesu, tidak sadar atau lunglai
Mata Tidak cekung Cekung Cekung
Keinginan untuk Minum Tidak ada rasa haus, normal Ada rasa haus, Ingin minum terus. Malas minum
Turgor Kembali segera Kembali lambat Kembali dengan sangat lambat

Sumber: Depkes RI, 2011.
 

Dampak Diare

Dehidrasi ringan, Kehilangan cairan sebanyak 3 sampai 5% dari berat badan dengan gambaran klinik suara serak, turgor kulit kurang elastis dan penderita belum dalam keadaan syok.
Dehidrasi Sedang, Kehilangan cairan sebanyak 5 sampai 8% dari berat badan dengan gambaran klinik suara serak, turgor kulit jelek dan penderita jatuh pre syok nadi cepat atau dalam.
Dehidrasi Berat, Kehilangan cairan sebanyak 8 sampai 10% dari berat badan dengan gambaran klinik seperti otot-otot kaku sampai sianosis, tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun dan apatis sampai koma.
 
Dalam keadaan diare, konsistensi tinja menjadi loose (lebih lembek) dan watery (berair). Meningkatnya volume air dalam tinja bisa menyebabkan perubahan konsistensi tinja yang jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan dehidrasi.
 
Seseorang yang mengalami dehidrasi dalam kondisi ini memiliki resiko sebesar 50% untuk terkena diare jika tidak segera mendapatkan pertolongan.
 
Untuk kasus dehidrasi ringan, biasanya berat badan akan turun hingga 5%. Sedangkan, kasus dehidrasi berat akan membuat berat badan akan turun sebanyak 5-10% dan lebih dari 10%.
 
Diare juga bisa menyebabkan malnutrisi. Penyerapan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh seseorang yang terkena diare bisa terganggu (malabsorpsi).
 
Tubuh bisa menjadi lemas yang biasanya diikuti dengan adanya penurunan imun (daya tahan tubuh) sehingga penderita akan lebih mudah terkena penyakit lain.

Jenis Diare

Diare bisa dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa jenis diare diantaranya :
a. Diare Osmotik
Diare osmotik merupakan jenis diare yang disebabkan oleh bahan-bahan osmotik, yaitu bahan-bahan makanan tertentu yang tertinggal di dalam usus karena tidak bisa diangkut oleh darah. Contoh dari bahan osmotik adalah sorbitol, heksitol dan manitol.
 
Diare osmotik juga bisa disebabkan kekurangan enzim laktase. Enzim laktase merupakan enzim yang diproduksi di dalam usus halus.
 
Fungsi dari enzim laktase adalah untuk mengubah gula usus (laktosa) menjadi galaktosa dan glukosa, sehingga bisa diserap oleh darah.
 
Terjadinya diare osmotik biasanya disebabkan laktosa yang menumpuk di dalam usus halus. Hal ini terjadi jika seseorang yang kekurangan enzim laktase mengkonsumsi produk laktosa atau produk olahan susu.
 
Semakin banyak jumlah bahan osmotik yang dikonsumsi masuk ke dalam usus maka akibatnya bisa menjadi semakin berbahaya.
 
Biasanya diare osmotik akan berhenti saat penderita berhenti mengonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan osmotik.
 
b. Diare Sekretorik
Diare sekretorik terjadi saat usus besar dan usus kecil mengeluarkan air dan senyawa garam (misalnya natrium klorida) ke dalam feses.
 
Air yang berlebihan dan sekresi garam bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti adanya senyawa toksin, asam empedu, atau minyak kastor di dalam usus.
 
Selain itu, diare sekretorik juga bisa disebabkan oleh adanya tumor tertentu, misalnya vipoma, karsinoid dan gastrinoma.
 
Sindroma malabsorbsi 300x168 Penyakit Diare
c. Sindroma Malabsorbsi
Sindroma malabsorbsi adalah gangguan penyerapan sari-sari makanan di dalam usus halus. Biasanya penderita Sindroma malabsorbsi tidak bisa mencerna makanan secara normal.
 
Pada saat terjadi sindroma malabsorbsi secara menyeluruh, lemak dan karbohidrat tidak dapat diserap dengan baik.
 
Lemak yang tertinggal di dalam usus besar bisa mengakibatkan diare sekretorik, sedangkan karbohidrat yang tertinggal dalam usus besar bisa mengakibatkan diare osmotik.
 
Terjadinya sindroma malabsorbsi bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti pengangkatan sebagian usus, insufisiensi pankreas, sariawan nontropikal, berkurangnya aliran darah ke usus, penyakit pada hati dan penurunan produksi enzim tertentu di dalam usus halus.
 
d. Diare Eksudatif
Diare eksudatif merupakan jenis diare yang disebabkan oleh terbentuknya borok atau terjadinya peradangan pada usus besar.
 
Borok atau peradangan ini bisa memicu pelepasan protein, lendir, darah dan cairan lain yang bisa meningkatkan kandungan serat dalam feses dan membuat feses menjadi encer.
 
Jenis diare ini biasanya dipicu oleh jenis penyakit lain, seperti limfoma, TBC, penyakit Chorn, kanker, dan kolitis ulserativa.
 
e. Diare Karena Perubahan Bagian Usus
Dalam keadaan normal, biasanya feses memiliki kandungan air sekitar 60 hingga 90%. Untuk bisa mencapai kondisi tersebut, feses harus berada di dalam usus besar selama beberapa waktu tertentu.
 
Feses bisa menjadi tidak normal jika terlalu lama atau terlalu cepat berada di dalam usus besar. Feses bisa menjadi sangat encer jika terlalu cepat meninggalkan usus besar dan bisa menjadi kering atau keras jika terlalu lama berada di dalam usus besar.
 
Feses bisa menjadi sangat encer jika terjadi perubahan bagian (pasase) usus yang mengakibatkan feses terlalu cepat meninggalkan usus besar.
 
Beberapa hal yang bisa membuat keberadaan feses di dalam usus besar berlangsung dalam waktu yang lebih singkat adalah pembedahan perut, hipertiroid, konsumsi obat-obatan pencahar dan pengobatan borok dengan memotong saraf vagus.
 
pengobatan diare 300x225 Penyakit Diare

Pengobatan Diare

Sebenarnya diare merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh parasit, bakteri dan virus akan dibuang keluar bersama dengan feses yang encer.
 
Penderita diare beresiko mengalami kematian jika kehilangan cairan yang mengandung elektrolit penting dalam jumlah yang sangat banyak karena hal ini bisa menimbulkan dehidrasi yang bisa menyebabkan irama jantung terganggu dan pasien mengalami penurunan kesadaran.
 
Sebagian besar dari diare mendadak (diare akut) pada anak bisa disembuhkan melalui pemberian cairan ataupun makanan dengan jumlah yang cukup.
 
Maka dari itu inti pengobatan diare adalah dengan memberikan cairan dalam jumlah yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
 
Prinsip pengobatan diare adalah dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare untuk mencegah terjadinya diare.
 
Obat diare bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kemoterapeutika untuk mengatasi penyebab diare seperti parasit atau bakteri, obstipansia untuk mengatasi gejala diare dan spasmolitik yang bisa membantu mengatasi kejang perut.
 
Jika anda ingin mengkonsumsi jenis obat golongan kemoterapeutika maka sebaiknya disertai dengan resep dokter karena dokter bisa menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diare seperti parasit atau bakteri.
 
Pasien yang menggunakan jenis obat kemoterapeutika akan merasakan efek samping dan sebaiknya minum obat tersebut sesuai dengan petunjuk dokter.
 

Penggolongan Obat Diare

Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti kinolon, antibiotika, furazolidon dan sulfonamide.

  • Racecordil

Racecordil pertama kali dipsarkan di Paris pada tahun 1993 yang memenuhi syarat karena obat ini bisa bekerja dengan cepat, memiliki indeks terapeutik yang tinggi, tidak menyebabkan konstipasi, tidak menyebabkan ketergantungan dan tidak memiliki efek buruk terhadap sistem saraf pusat.
 

  • Loperamide

Loperamide adalah golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi longitudinal usus dan otot sirkuler.
 
Diyakini bahwa efek konstipasi dri obat ini disebabkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut karena loperamide berikatan dengan reseptor opioid.
 
Efek samping yang sering ditemui adalah luka pada bagian perut (kolik abdomen), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.

  • Nifuroxazide

Nifuroxazide merupakan senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Streptococcus, Shigella dysenteriae, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus. Obat ini bekerja lokal pada saluran pencernaan.
 
Nifuroxazide ini diindikasikan untuk diare akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik dn bisa digunakan untuk orang dewasa ataupun anak-anak.

  • Dioctahedral smectite

DS (Dioctahedral smectite), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro dikenal sangat ampuh dalam melindungi barrier mukosa usus dan menyerap bakteri, racun serta rotavirus.
 
Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang disebabkan oleh bakteri. Smectite juga bisa memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
 
Obstipansia untuk terapi menghilangkan gejala (simtomatis) yang bisa mengatasi diare dengan beberapa cara :
 
Zat penekan peristaltik, yang akan memberikan waktu lebih banyakbuntuk resorpsi elektrolit dan air oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (ekstrak belladonna, atropine).
 
Adstringensia yang bisa memperkecil selaput lendir usus, misalnya tannalbumin dan tannin (asam samak), garam-garam bismuth dan alumunium.
 
Adsorbensia, seperti karbo adsorben yang pada permukaannya adsorpsi (bisa menyerap) toksin (zat-zat beracun) yang dihasilkan oleh bakteri atau terkadang berasal dari makanan seperti ikan dan udang.
 
Termasuk juga dengan musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti pektin, kaolin, aluminium dan garam-garam bismuth.
 
Spasmolitik, yaitu zat-zat yang bisa melepaskan kejang-kejang otot yang biasanya mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain oksifenonium dan papaverin.
 

Obat Tradisional Diare

Daun Jambu Biji
30 gram daun jambu biji direbus dengan 400 cc air sampai tersisa 200 cc, setelah itu airnya diminum dalam kondisi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
 
Daun urang-aring
30 gram daun urang-aring direbus dengan 400 cc air sampai tersisa 200 cc, setelah itu airnya diminum dalam kondisi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
 
Kulit delima
30 gram kulit delima kering dan 10 gram daun teh direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, setelah itu minum air rebusan tersebut dalam kondisi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
 
Kayu Bungur
2 jari kayu bungur dicuci bersih, kemudian tumbuk hingga halus. Setelah itu seduh dengan ½ cangkir air, aduk sampai rata lalu saring.
Pemakaian : Minum sekaligus.
 
Daun Cincau
Daun cincau diremas-remas di dalam air masak, saring, setelah itu biarkan beberapa saat hingga membentuk agar-agar. Tambahkan pemanis dari gula kelapa dan santan kelapa.
Pemakaian : Makan sekaligus.
 
Daun gude
2 genggam daun gude segar dicuci bersih, setelah itu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
 
Akar iler
3 potong akar iler direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum pada pagi dan sore hari.
 
Daun jambu biji
5 lembar daun jambu biji dicuci bersih beserta 1 potong kulit, akar dan batangnya. Setelah itu rebus dengan 1,5 liter air hingga mendidih. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Pencegahan Diare

ASI Eksklusif
60% penderita dari diare adalah balita. ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi yang berusia 1-6 bulan.
 
ASI berbeda dengan susu formula karena kesterilannya benar-benar terjaga. Ada kalanya botol minum susu bayi dibersihkan dengan menggunakan air yang kurang bersih sehingga mudah terkontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan diare.
 
Bayi yang hanya diberikan ASI saja memiliki resiko yang sangat kecil untuk terkontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan diare. Selain itu bayi juga akan memiliki antibodi yang lebih kuat.
 
Membeli Jajanan yang Sehat dan Bersih
Makanan yang dijual bebas di jalanan atau kaki lima biasanya langsung dikonsumsi atau dimakan tanpa persiapan atau pengolahan yang lebih lanjut.
 
Namun sayangnya tidak semua jajanan cukup aman untuk dikonsumsi karena berdasarkan hasil riset BPOM, kebanyakan dari jajanan yang dijual di kaki lima mengandung zat kimia tambahan yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh.
 
Bahan kimia tambahan ini dlaam jangka waktu pendek bisa menyebabkan keracunan, sedangkan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan fungsi organ ataupun kanker.
 
Bahan kimia tambahan yang berbahaya ini biasanya ditemukan dalam produk jajan anak-anak seperti boraks, siklamat, metamil dan formalin.
 
Sebenarnya zat ini adalah zat aditif yang biasanya digunakan untuk keperluan tekstil, sedangkan penggunaannya sangat dilarang untuk keperluan industri makanan dan minuman melalui Permenkes No.239/Menkes/Per/V/85.
 
Berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual di pinggir jalan juga memiliki resiko untuk terkena bakteri pathogen yang bisa menyebabkan diare.
 
Bakteri pathogen bisa berasal dari proses pemasakan yang kurang sempurna atau kurang matang, tangan pejamah makanan, hingga lalat yang berterbangan di sekitar makanan.
 
Maka dari itu, ada baiknya jika jajanan yang akan anda beli termasuk kriteria jajanan yang bersih dan sehat untuk mencegah diare.
 
Jajanan yang bersih dan sehat bisa dilihat dari kebersihan tangan pejamah makanannya, tertutup kaca atau plastik sehingga tidak dihinggapi serangga dan lalat, jauh dari tempat sampah, dan diambil tidak menggunakan tangan (dengan menggunakan alat).
 
Selain itu ada baiknya jika jajanan tidak mengandung bahan tambahan kimia yang berbahaya. Jajanan yang aman bisa dibedakan dengan yang tidak aman melalui mata telanjang.
 
Pada umumnya, makanan atau minuman yang menggunakan pewarna tekstil memiliki warna yang lebih mencolok atau metalik, beraroma tengik atau apek, memiliki rasa yang tajam, dan dijual dengan harga yang sangat murah.
 
cara mencuci tangan 300x207 Penyakit Diare
Cuci Tangan
Tangan adalah salah satu organ tubuh yang memiliki resiko tertinggi untuk tertular dan menularkan bakteri.
 
Selain itu tangan juga merupakan organ manusia yang secara langsung bersentuhan dengan makanan baik saat mengolah masakan, menyiapkan makanan, hingga memasukkan ke dalam mulut.
 
Langkah yang sangat ampuh untuk mencegah diare adalah dengan mencuci tangan. Sebaiknya cuci tangan dilakukan pada saat :

  • Akan menyentuh dan memegang anak.
  • Sebelum masak, makan, menyajikan makanan, ataupun menyuapi makan anak.
  • Sebelum memberi obat pada anak.
  • Setelah mengganti popok bayi.
  • Setelah menggunakan toilet.
  • Setelah membersihkan kotoran berupa cairan tubuh (darah, lendir, ingus, muntahan), membersihkan hidung sesudah bersin, membersihkan luka, dan membersihkan mulut.
  • Setelah mengolah makanan mentah terutama produk pertanian seperti daging.
  • Setelah menyentuh hewan peliharaan atau hewan yang lainnya.
  • Setelah menyentuh pasir.
  • Setelah selesai membersihkan sampah.
  • Membiasakan anak untuk rajin mencuci tangan baik sebelum atau sesudah makan.
  • Membiasakan diri untuk merebus ulang air isi ulang.

Tagging :

penyakit diare-makalah penyakit diare-dampak diare-susu formula penambah berat badan bayi-uraian materi penyakit gea-susu formula bayi penambah berat badan-penggolongan obat diare-pengertian presyok-pembagian jantung-penyakit GEA-
Nectura

Cara Nikmat Untuk Sehat

Nectura terdiri dari 47 buah alami dan herbal yang telah dipilih bedasarkan manfaat dan melalui proses secara sinergi dengan 72 macam mineral generasi Ke 5 Ion trace mineral dan organic germanium GE-132. Semua bahan tersebut telah dikombinasikan bersama supercharged Micell-X yang telah teruji klinis mampu meningkatkan kesehatan , melawan Kanker dan Diabetes
Pesan Sekarang Juga dan Rasakan Manfaatnya
08123 27 27 818 / 0857 3232 0108 / PIN :29EEE096
www.NecturaJuice.net
, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Leave a Reply